Beberapa Pelajaran Tentang Tawakkal II

Rangkuman Kajian

Syarah Hadits Ibnu Abbas

Judul : Beberapa Pelajaran Tentang Tawakkal II

Pemateri : Ustadz Arif Abu Abdirrahman

Ahad, 10 April 2022

Jam : 07.30 - selesai

Tempat : Masjid Islamic Center Slawi


    Kehidupan didunia hanya permainan, terkadanng kita melakukan dosa tapi kita kadang meremehkan dosa tersebut itu lebih berat nilainya disisi Allah. 

    "Semua umatku bisa dimaafkan dosanya kecuali orang yang berterang-terangan melakukan dosa di khalayak ramai/ sosial."

    Keimanan itu ada 79 sekian cabang, paling tinggi adalah kalimat 'Laa Ilaaha Ilallah' dan yang paling rendah adalah menyingkirkan penghalang di jalan dan rasa malu adalah salahsatu cabangnya. Bagaimana mindset kita melihat ramadhan maka itu akan terlihat semaksimal apa kita dalam beribadah, dengan menuntut ilmu adalah upaya untuk lebih maksimal dalam beribadah. Abdullah Ibnu Abbas berkata, 

    "Perlunya kita membiasakan sedari kecil untuk bertawakkal kepada Allah SWT."

    Ketawakkalan adalah suatu yang besar yang menentukan rezeki dan kesehatan, Allah akan selalu memberi kecukupan kepada hambaNya yang bertawakkal. Berputus asa dan tidak mengharapkan kepada manusia dan semua diserahkan hanya kepada Allah SWT, niscaya Allah akan memberikan apa yang dibutuhkan oleh hambaNya. Hamba ketika ditimpa musibah yang semakin lama semakin sulit, maka ia harus menghadapinya dengan sabar karena jika tidak, setan akan membuat manusia berpikir mengapa Allah tidak menolongnya.

    Seorang yang beriman ketikan merasakan solusi tidak kunjung datang padahal ia selalu berdoa terus, yang semestinya dia lakukan adalah menyalahkan dirinya sendiri, bukan Allah. Karena pasti ada dosa-dosa yang menghalangi doa itu terkabul, dengan kata lain kita harus mengoreksi diri atau muhasabah diri.

    Ketika seorag bergantung kepada jabatan, ijazah, dll, itu adalah bentuk lemahnya tawakkal kita. terlalu tersugesti dengan hal-hal kecil dan termasuk bentuk kesyirikan karena bergantung dan bersandar kepada selain Allah  SWT. Jika harapan tidak sesuai dengan apa yang terjadi, maka kita harus fleksibel karena kita tidak lebih tau dari Allah yang lebih tau apa yang terbaik untuk kita.

    Tawakkal → Memutus semua harapan dan kebergantungan kita kepada makhluk

    Membangunnya dengan cara tidak kita biasakan berharap kepada sesama makhluk walaupun itu kepada keluarga kita sekalipun.


            


                                





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Yang Beruntung

Tiga Kiat Penting

Sholatnya Orang Munafik