Generasi Milenial Vs Generasi Alfa
Generasi Milenial Vs Generasi Alfa
Pembahasan mengenai tata krama (etika, sopan santun) cukup luas jangkauannya karena tata krama melingkupi seluruh perilaku kehidupan manusia. Dapat dikaitkan dengan jenis kelamin (pria -wanita), umur (tua - muda), waktu (masa lalu - kini), situasi (gembira - sedih) dan sebagainya.
Masyarakat selalu berubah, sehingga norma atau ukuran dan perilaku kehidupan masyarakat ini adalah alami, maka akan terdapat pergeseran yang menuju arah positif tetapi tidak sedikit yang membawa ke arah perkembangan negatif bagi peradaban bangsa nya.
Tata krama atau sopan santun adalah hasil proses pengadaptasian seseorang dalam bersosialisasi. Jadi tata krama dapat dipelajari. Tata krama seseorang sangat erat kaitanya dengan kebiasaan sopan santun yang diadaptasi dari lingkungan keluarga, lingkungan hidupnya dan tidak terlepas dari kemampuan seseorang dalam menyerap nilai-nilai sopan santun yang ada di lingkungan sekitarnya, tata krama bersumber dari agama, nurani, keluarga, lingkungan, adat istiadat, kebiasaan dan peradaban bangsa.
Dalam bahasa Sunda tata krama (Undak Usuk Basa Sunda) adalah aturan sopan santun, hormat, perilaku yang bertujuan untuk saling menghormati, menghargai di antara sesama anggota masyarakat supaya hidup tentram dan tenang.
Masalah yang akan saya bahas adalah perbedaan cara berbicara anak zaman dulu dengan anak zaman sekarang. Jika dibandingkan dengan dulu, sekarang jika berbicara dengan teman, saudara, orang tua, guru, dan lain lain tidak menggunakan kata-kata atau bahasa yang halus sekali, pelan dan gerak tubuh yang sesuai dengan posisi kita, dibandingkan dengan masa dulu sangat jauh sekali perbandingannya. Bisa dilihat daru kebiasaan kecil seperti menyapa siapapun jika berpapasan dengan sengaja atau tidak dengan yang kenal atau tidak.
Toleransi adalah perilaku terbuka dan menghargai segala perbedaan yang ada dengan sesama. Konsep toleransi ini juga berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotip yang tidak adil, seharusnya walaupun masa sudah semakin modern, tetapi tata krama jangan terlarut juga terbawa masa lalu, kita sebagai anak muda, generasi penerus bangsa harus tetap memperhatikan tata krama diri kita dan untuk orang disekitar kita.
Pada zaman modern ini banyak sekali masyarakat yang berorientasi pada masa kini, yang mengesampingkan dalam nilai nilai budaya khususnya budaya sunda dalam kehidupan sehari hari.
Merasa gengsi terhadap adat sendiri yang menimbulkan semakin lama budaya sunda ini akan hilang.
Ayo kita lestarikan kebudayaan kita terutama penerapan tata krama dalam kehidupan sehari hari yang sangat penting kita terapkan dalam diri kita.
Komentar
Posting Komentar